Program Unggulan

Kajian kepesantrenan terintegrasi secara sistemis dengan program pendidikan madrasah formal. Kajian kepesantrenan difokuskan kepada penyelenggaraan dan pengembangan 3 (tiga) program: tahfidz, tafsir, dan bahasa Arab. Ketiga program ini menjadi program inti kepesantrenan yang didesain dapat menopang, memicu,  dan mengakselerasi capaian kompetensi lainnya. disamping ketiga program tersebut, kepesantrenan menyelenggarakan program kajian dasar umum sebagai basis pembiasaan moral-akhlak, yaitu aqidah, fiqh, dan tasawuf.

  1. Program Tahfidz

Program ini diterapkan mulai tingkat madrasah ibtidaiyah sampai aliyah. Capaian program mulai dari hapalan 3, 6, 10, sampai 30 juz sesuai minat dan kemampuan siswa berdasarkan hasil pemetaan minat dan kemampuan pada awal program kepesantrenan. Program ini dibina dan dibimbing secara khusus oleh Badan Pembina Program Tahfidz Pesantren al-Quran Cijantung.

  1. Program Tafsir

Program ini diterapkan secara intensif di tingkat madrasah tsanawiyah sampai aliyah. Diharapkan, melalui program ini siswa/santri memiliki wawasan komprehensif dan holistik mengenai kandungan al-Quran dan dapat menterapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tafsir ‘Irab al-Quran wa al-Bayan karya Syaikh Muhammad al-Darwisyi al-Dimasqy, Shafwat al-Tafasir karya Syaikh Ali al-Shabuny, dan Tafsir li Jalalain karya Jalaluddin al-Suyuthi dan al-Mahally sebagai 3 (tiga) literatur tafsir utama yang dikaji para siswa/santri. Program ini dibina dan dibimbing secara khusus oleh Badan Pembina Program Tafsir Pesantren al-Quran Cijantung.

  1. Program Bahasa Arab via Metode al-Tamyiz

Program ini mulai diterapkan secara intensif sejak kelas 3 (tiga) madrasah ibtidaiyah. Target utama program ini adalah setiap siswa/santri di seluruh tingkatan madrasah (MI, MTs, dan MA) dalam waktu tidak kurang dari 6 (enam) bulan mampu menguasai qawa’id lughah al-‘arabiyyah (nahw wa sharf) dan mampu menterapkan dalam menerjemahkan al-Qur`an dan literatur kitab kuning. Selanjutnya, program dikembangkan dalam penguasaan bayan al-lughat secara terintegrasi dalam kajian tafsir ‘Irab al-Quran wa al-Bayan yang diajarkan secara intensif mulai dari kelas 8 sampai 12 tingkat madrasah tsanawiyah dan aliyah.

Dalam upaya mencapai target ini, pesantren al-Quran Cijantung melakukan kerjasama dengan pesantren Bait al-Tamyiz Indramayu untuk mengadopsi metode at-Tamyiz sebagai metodologi mutakhir dalam pengajaran bahasa Arab yang memungkinkan seseorang dapat menguasai kaidah bahasa Arab dan menterapkannya dalam membaca literatur kitab kuning kurang dari 6 (enam) bulan.

Kesuksesan dalam mengikuti program ini menjadi pemicu santri dalam menguasai bidang-bidang keagamaan yang lain dalam program inti kepesantrenan yaitu tahfidz dan tafsir; maupun program umum kemadrasahan seperti fiqh, aqidah, tasawuf, ulum al-Quran dan al-hadits.  

 

  1. PROGRAM MADRASAH MODEL
  1. Madrasah Ibtidaiyah (MI) Model Andalan

Didirikan tahun 2007, MI Andalan saat ini menjadi salahsatu madrasah swasta model tingkat dasar terkemuka di Kabupaten Ciamis dengan nilai akreditasi A. Dengan menterapkan beberapa sistem kontemporer, di antaranya: 1) sistem pembelajaran berbasis kolegial, 2) sistem pendidikan  alamiah berbasih fitrah qur`ani, 3) mengadopsi terbatas kurikulum internasional dalam bahasa Inggris dan matematika, 4) kemitraan masyarakat-madrsah, 5) pendekatan pendidikan berdasarkan  brain-heart based learning system, dan 6) mengembangkan kurikulum berbasis keunikan dan kemandirian anak; MI Andalan selama ini memperlihatkan suatu model kontemporer bagaimana madrasah ibtidaiyah seyogyanya dikelola secara integratif, inovatif, dan profesional.

Dengan diintegrasikan kepada program unggulan pesantren, MI model Andalan membuktikan kepada masyarakat -- yang sampai saat ini menyimpan harapan kepada lembaga pendidikan pesantren untuk menjadi garda depan pendidikan Indonesia modern -- bahwa apabila madrasah dikelola dengan profesional, terbuka, modern, dan memegang teguh nilai-nilai al-Qur`an maka madrasah dapat berkiprah membanggakan bahkan terdepan di antara lembaga-lembaga formal modern lainnya dalam melahirkan siswa-siswa yang cerdas, tangguh, dan berakhlak mulia dalam basis keimanan yang kuat untuk menghadapi kehidupan yang semakin kompetitif di masa depan mereka.

  1. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Model Harapan baru

Merupakan pengembangan dari MTs al-Islam (1986-2012). Sejak tahun 2012 MTs al-Islam dirubah nama dari al-Islam menjadi Harapan Baru sejalan dengan berbagai pembaharuan kelembagaan yang ditujukan untuk menjadi madrasah model modern unggulan sehingga menjadi madrasah yang diharapkan dapat melahirkan generasi muslim yang benar-benar tangguh dan bisa memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa peradaban Islam secara umum. Pada tahun 2014 mengikuti akreditasi yang diselenggarakan Kementerian Agama dan mendapatkan nilai A untuk kumulasi nilai dari delapan proses pendidikan madrasah.

Ditopang oleh 3 (tiga) progam unggulan pesantren, MTs  Harapan Baru secara simultan dan berkelanjutan melakukan langkah-langkah strategis dan sistematis berupa: 1) menyempurnakan sistem tatakelola madrasah lebih terbuka dan profesional; 2) melengkapi  inprastruktur madrasah seperti laboratorium IPA berstandar nasional, perpustakaan yang dimodernisasi, dan ruang belajar berbasis sistem audio-visual; dan 3) peningkatan kapasitas guru melalui berbagai pelatihan yang terstruktur.

Pengalaman selama hampir 30 tahun, MTs Harapan Baru berkomitmen kuat memberikan yang terbaik bagi siapapun yang percaya bahwa madrasah berbasis pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam paling strategis dalam melahirkan generasi muslim yang berkualitas secara lahir dan batin sehingga mampu mengarungi dinamika kehidupan modern yang makin penuh tantangan.

  1. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Cijantung

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Cijantung didirikan tahun 2006 sebagai pengembangan dari Madrasah Aliyah Pesantren al-Quran Cijantung yang berdiri sejak tahun 1989.  Dengan ditopang inprastruktur madrasah yang lengkap di antaranya: laboratorium IPA standar nasional, laboratorium bahasa, dan perpustakaan modern MAN Cijantung mentahbiskan menjadi madrasah model berbasis pesantren. Istimewanya, seluruh siswa diharuskan tinggal di asrama pesantren sehingga dapat mengikuti program dan pembinaan kepesantrenan secara intensif.

Diintegrasikan dengan program unggulan pesantren, MAN Cijantung mengembangkan pembelajaran madrasah berbasis kurikulum 2013. Terdapat 4 (empat) program studi unggulan: 1) Agama, 2) Ilmu Pengetahuan Alam, 3) Ilmu Sosial, dan 4) bahasa. Ketiga program studi tersebut secara silmultan dibina sehingga mampu menghasilkan lulusan yang benar-benar berkualitas, memiliki kemandirian, integritas moral, dan kemampuan: 1) berkiprah dalam kehidupan masa kini yang sangat kompleks dan penuh tantangan,  2) dapat melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren untuk mendalami ilmu agama lebih lanjut, atau 3) melanjutkan ke perguruan tinggi terkemuka sesuai harapan seperti UIN, IPB, ITB, UGM, UPI, UNPAD, UI, UII, dan lainnya.

Ditopang oleh program unggulan, sumber daya manusia yang mumpuni, serta kelengkapan inprastruktur: lingkungan yang nyaman, kapasitas asrama putera dan puteri yang memadai, akses internet selama 24 jam, koperasi pondok pesantren, pos kesehatan pesantren (POSKESTREN), perpustakaan pesantren yang cukup lengkap, pelayanan air bersih mencukupi, pusat kegiatan santri yang representatif, dan sarana pendukung lainnya, MAN Cijantung menjadi salahsatu madrasah negeri dalam lingkungan pondok pesantren yang layak diperhitungkan di Jawa Barat.